Thursday, October 12, 2017

Talk To Myself


Talk To Myself

You are born alone and you will die alone
What are you afraid for chasing your dreams alone, when the others choose other different path from you?
You have an original part of you, and the others have
But Allah give you the most valuable insight and seed for your future

So, just looking forward for the future, brave to take a step,
just little by little, even one step closer to the goal,
Do not give up until the end, you don't know what awaits you behind the door (akiramenai!)

And in the end, you will realize that Allah has made the most beautiful scenario for your dreams and your live

Gambaru for your live!

Tuesday, October 3, 2017

Berpikir Itu Berdzikir



Bersyukurnya kita, ialah kita diberikan nikmat akal untuk dapat berpikir. Nikmat inilah yang membedakan kita dengan binatang, sehingga kita bisa memilah, mengambil keputusan, kemudian menentukan pilihan-pilihan dalam hidup ini.

Seringkali ketika membaca kalam-Nya, kita dingatkan dengan sebuah pertanyaan yang menggelegar, yaitu "afala ta'qilun" yang artinya, "tidakkah kamu berpikir?"

Begitulah Allah banyak mengulang pertanyaan tersebut dalam kalam-Nya yang mau tidak mau membuat kita jadi berpikir juga, apa itu berpikir?

Bagi saya aktivitas berpikir itu ialah berdzikir (mengingat Allah), sebuah aktivitas yang sangat mulia. Dengan berpikir (jernih tentunya) kita di ingatkan kembali tentang penciptaan langit dan bumi, penemuan-penemuan hebat masa kini, dan ilmu-ilmu-Nya yang masih belum terungkap di alam semesta ini.

Menuntut ilmu itu sangat baik, karena ia melibatkan aktivitas akal dan otak, memprosesnya dengan berpikir, sehingga menghasilkan output yang ujung-ujungnya mestilah mendekatkan diri kita kepada Allah Swt.

Mari, gunakan nikmat akal ini untuk merenung, berpikir, dan berdzikir atas ciptaan-Nya, seketika itu, engkau akan dapatkan valuable insight dari-Nya.

Sunday, October 1, 2017

Rekomendasi dari Sensei for Inpex Scholarship


Joo-Ho Lee sensei, begitu saya memanggilnya.

Awalnya saya begitu kaget ketika beliau dengan lugasnya menerima saya sebagai calon mahasiswa beliau di labnya dengan field research robotic di College of Information Science and Engineering, Ritsumeikan University, Japan.

Beberapa pekan lalu saya menghubungi beliau lagi semenjak tidak pernah bersua selama beberapa bulan terakhir semenjak pengumuman itu. Akhirnya saya sampaikan bahwa saya akan mengapply untuk Inpex Scholars. Dan beliau setuju untuk itu, bersedia untuk menuliskan recommendation letter.

Dan beberapa hari yang lalu berkas tersebut sudah mendarat dengan selamat di Bekasi.

Siap untuk apply..

Bismillaah

Arigatou sensei,

LoA (Conditional) dari Warwick University


Assalamualaikum wr wb

Sahabat sekalian, alhamdulillah kita masih diberikan kesemaptan oleh Allah untuk dapat menikmati hari-hari untuk beribadah kepada-Nya.

Kali ini saya ingin mensharingkan sedikit cerita tentang mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) conditional dari Warwick University di UK.

Saya masih ingat betul, pasca saya melakukan ujian komprehensif S1 di Teknik Industri UB, saya mulai melakukan pencarian kerja dengan cara mengikuti Job Fair yang ada. Waktu itu ada Job Fair di UB, tepatnya di Samantha Krida.

Sebenarnya saya kurang tertarik dengan perusahaan-perusahaan yang hadir waktu itu, tetapi tiba-tiba saya melihat stand promo universitas di sana. Dan ternyata nama Univ tersebut ialah University of Warwick di UK.

Saya coba pelajari dan ternyata ada jurusan yang match dengan saya, yaitu e-commerce. Saya tertarik, saya mulai menyiapkan berkas-berkasnya.

Biasanya, untuk daftar univ di LN itu berbayar, tetapi karena waktu itu ada sebuah deal-dealan dengan academic supportnya jadinya untuk biaya registnya saya free.

Kemudian selanjutnya saya lengkapi berkasnya dan kirim deh. Berkas-berkasnya juga standar, seperti transkip, ijazah, personal statement, IELTS score, dll.

Akhirnya setelah menunggu cukup lama, karena peminatnya banyak, pihak kampus dapat mengeluarkan LoA untuk saya.

Selanjutnya, untuk melengkapinya ada beberapa berkas yang harus saya lengkapi.

Bismillaah

Wednesday, August 9, 2017

Jalu Motor



Syukur alhamdulillah kepada Allah SWT kita masih diberikan nikmat Islam, Iman dan Sehat. Dengan nikmat inilah seharusnya manusia banyak menggunakannya sebaik-baiknya, mengoptimalkan se optimal-optimalnya, agar dapat mensyukuri nikmat Allah tersebut.

Kulsap kali ini masih seputar orang, akhlak, dan sepeda motor.

Saya bersyukur sekali kepada Allah masih diberikan kesempatan untuk melihat hal-hal yang sepele yang kemudian dapat diresapi untuk dijadikan sebuah pelajaran berharga. Setiap episode kehidupan ini selalu mengandung akan makna dan memberikan insight baru bagi saya.

Sudah sering kali saya sebagai pengendara sepeda motor menggunakan motor dalam keseharian. Mulai dari ketempat kerja, kampus, jemput-jemput, perbelanjaan, dan lain-lain. Bersepeda motor yang lekat sebagai aktivitas harian membuat saya agak semakin detail dengan sepeda bermesin ini.

Sebagaimana yang kita ketahui, sepeda motor memiliki dua buah jalu sebagai pijakan penumpang yang di bonceng di belakang. Nah yang saya ingin sedikit bahas disini mengenai hal simpel, yaitu jalu.

Seringkali, seseorang pengendara sepeda motor yang membonceng orang dibelakangnya, setelah memarkirkan sepedanya, ia lupa untuk melipat kembali jalunya. Walhasil, jalu tersebut kembali memakan volume/ruang parkir sebelahnya. Pada saat sebuah motor baru mau parkir disebelahnya, mereka kesulitan memasukkan sepeda motornya, jawabannya tentu jelas karena jalunya. Akhirnya seorang pengemudi tersebut harus bantu melipatkan dulu jalu sepeda motor yang sudah parkir duluan, baru sepeda motor pengendara tersebut bisa masuk. Atau yang sering terjadi, kaki pengemudi motor yang mau memarkirkan motornya, terpentok jalu tersebut, dengan kata lain jalu tersebut seringnya melukai dan menyusahkan orang lain.

Mungkin Anda berpikir ini hal biasa, sepele dan penting untuk dibahas, bahkan dijadikan kulsap. Tetapi jika kita perhatikan, ini masuk ke dalam kategori perbuatan yang sarat akan akhlak. Bukankah Islam mengajarkan kepada kita untuk tidak menyakiti sesama muslim?

By the way, waktu di kampus saya pernah mendapat buku panduan mentoring. Isinya 10 Muwasofat Tarbiyah. Salah satunya ada namanya Matinul Khuluk. Dan disana dirinci kebiasan-kebiasan akhlak yang baik bagi seorang muslim. Jika bisa, saya pingin sekali menambahkan poin "Melipat jalu sepeda motor setelah memarkirnya"

Teman-teman sekalian, mungkin lintasan pikiran (insight) ini yang ingin saya berbagi dengan teman-teman. Mohon maaf kiranya hal kecil ini terlihat seperti dibesar-besarkan. Tetapi saya kira, seorang muslim yang peka dan peduli terhadap akhlak, bahkan hal sekecil ini, ia akan menjadi tetangga yang mendamaikan dan saudara yang meneteramkan.

Wallahu a'lam bishawab

Monday, July 10, 2017

Sen Tangan

Sumber: google.com

Hampir setiap mengendarai sepeda motor, selalu saja saya mengalami fenomena ini. Fenomena apa itu? sebuah fenomena dimana kendaraan bermotor jika ingin berbelok, mereka melakukan secara tiba-tiba dan parahnya kode yang mereka pakai untuk berbelok menggunakan tangan.

Fenomena ini sekilas saya sebut dengan "Sen Tangan". Baru tadi siang sewaktu mengendarai sepeda motor disekitar daerah Pondok Gede, di depan ada motor yang tiba-tiba berbelok ke kanan, tanpa menggunakan sen, tetapi menggunakan tangan kanannya sebagai tanda bahwa ia akan berbelok. Saya yang berada di belakangnya otomatis kaget bin kagok. Untuk aja reflek cepat waktu itu, kalau tidak, bisa-bisa nabrak deh.

Fenomena Sen Tangan ini agaknya sudah marak di negeri kita. Terlebih kota besar yang ada di Jabodetabek, hampir setiap saat kita dapat menemuinya dengan mudah dijalan-jalan. Terkadang tangan ibu-ibu lah yang di kepak-kepakan seperti sayap, terkadang tangan anak kecil, dan bahkan parah -dan tidak sopannya- ada yang menggunakan kaki sebagai tanda bahwa ia akan berbelok. Ckckck.

Saya berpikir, Lalu buat apa sen dipasang di motornya? apa menggunakan sen itu begitu sulit dan membutuhkan banyak bensin dan karena bensin mahal? Dan saya yakin, pihak produsen motor tersebut sudah benar-benar memastikan bahwa kebutuhan untuk belok itu membutuhkan tanda jadi dibuatlah sen, tetapi faktanya masih saja ada yang menggunakan tangan. Bukankah itu malah bahaya? ckckck.

Itu baru satu fenomena yang ada di negeri kita ini. Ada lagi yang lain, misal begini, ada seorang ibu dan anaknya -masih kecil- berjalan bersama -berduaan- di pinggir jalan raya. Kita tahu, bahwasanya orang dewasa wajib membuat anak kecil se save mungkin waktu dijalan. Tetapi kadang faktanya, mereka berdua berjalan disebelah kiri, kemudian sang ibu menggandeng anak dengan tangan tangan -mungkin karena terbiasa dengan tangan kanan-, otomatis sang anak berada lebih dekat dengan jalan raya dan rawan keserempet motor dan mobil. Pada posisi ini sang ibu nya malah yang save dan sang anak yang dalam posisi bahaya. Hello, masihkah kita belum nyadar akan hal ini ?!

Ada lagi, disebuah daerah ada tulisan "Dilarang Buang Sampah". Tapi di bawah plang tulisan tersebut, berserak buaannyaakk suampaahh. Ini sih namanya kalau dalam bahasa dunia ADK, kaburo maghtan! mengatakan tapi tidak mengerjakan. Atau dalam dunia profesional namanya tidak berIntegritas! Nah lho!

Itu sekelumit kegelisahan yang saya alami beberapa waktu terakhir ini. Dan masih banyak lagi. Tetapi fenomena ini membuat saya jadi termenung di jalan, berpikir lebih -deep thinking- hingga sampai ke rumah. Sebegitu masih besarnya PR untuk SDM di negeri kita ini. Kemudian saya menimbang-nimbang asa Indonesia mencapai marotibul amal yang ke empat, pembebasan dari asing. Kemudian saya merenung, berapa lama lagi akan tercapai ya? Allahualam ternyata memang masih jauh. Tugas kita hanya berbenah dan berkontribusi menjadi bagian darisana.

Semoga tulisan ini menjadi pelecut semangat kita untuk senantiasa berbenah diri, bersiap dan mempersiapkan diri menjadi Anashir Attaghyir nya muslim di Indonesia. Agar kebangkitan Islam di negeri kita -minimal keluarga dan masyarakat kita- dapat tegak dan kita menjadi bagian daripadanya. Allahualam bisshawab..